Alhamdulillaah Studi Lanjut ke MADINAH semakin terbuka dengan selesainya perumusan kerjasama SMAIT ICM Gunung Geulis Bogor bersama Ust. Bachtiar Nasir Lc., M.M

 

SMAIT ICM Gunung Geulis Bogor berfokus kepada Studi lanjut di PTN TURKI dan MADINAH

_______

_______

 

SMAIT ICM Gunung Geulis Bogor

 

Instagram : @icmgununggeulis

Facebook : SMAIT ICM Gunung Geulis

YouTube : SMAIT ICM Gunung Geulis

Website : www.icmgununggeulis.sch.id

 

For More Information :

📲 0812 - 8169 - 1599 

 

"The Real Representative Boarding School"

 

 

Assalamualaikum Sahabat Madani semua..Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT..aaamiiinnn

 

Seperti kita bahas bersama, Indonesia bahkan seluruh dunia yang terkena dampak Covid-19. Hal ini tidak menyangkal semangat Para Guru kami dalam berkarya dan memberikan hak pendidikan kepada peserta didik ..

 

Untuk itu kami Meluncurkan Program Terbaru Kami untuk menunjang pembelajaran siswa dirumah "ICM Gunung Geulis Mengajar". Dapat disaksikan di Youtube: SMAIT ICM Gunung Geulis Bogor

 

Info lebih lanjut : 

Situs web: www.icmgununggeulis.sch.id

Instagram: @icmgununggeulis

FB dan Youtube: SMAIT ICM Gunung Geulis Bogor

 

#Therealrepresentativeboardingschool 

#ICMGugelMengajar

SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis Bogor, Jawa Barat, menggunakan Grafologi untuk mengawal perkembangan karakter peserta didik.

Grafologi merupakan sebuah ilmu menganalisa tulisan tangan. Ilmu ini secara ilmiah dan sudah diteliti dan digunakan di banyak negara maju seperti Eropa dan Amerika.

Direktur Pendidikan ICM Gunung Geulis Kartika Kharismawaty mengungkapkan, ilmu grafologi digunakan untuk mengenali kepribadian atau karakter seorang penulis dan dapat menggali potensi yang ada dalam diri seseorang.

“Grafologi adalah cabang dari ilmu psikologi dalam mata kuliah psikografik dan psikodiagnostik,” katanya ke edunews.id, Jumat (8/5/2020).

Ia menjelaskan, jika Ilmu grafologi telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Terdapat lebih dari 400 tanda pada tulisan yang dapat kita pelajari untuk mendapatkan hasil keseluruhan dari kepribadian seseorang.

Para ahli grafologi dunia mengatakan bahwa ilmu grafologi memiliki ketepatan akurasi dalam mengidentifikasi karakter seseorang mendekati kesempurnaan. Akurasi dalam penggunaan grafologi ini mencapai 90% kesesuaian antara kondisi kejiwaan dan kepribadian seseorang dengan tulisan tangan seseorang.

Tulisan tangan disebut juga tulisan otak atau pikiran (Handwriting is Brainwriting). Hal ini dikarenakan otak atau pikiran menyimpan rekaman hal-hal yang dialami oleh seseorang sepanjang hidup. Apa yang kita tulis, bagaimana kita menulis, kecepatan kita menulis, semuanya itu diatur oleh otak.

“Maraknya kasus bullying atau perundungan serta beberapa kasus bunuh diri dan pembunuhan yang dilakukan anak usia pelajar pernah terjadi di Indonesia bahkan 2020 ini tercatat beberapa kasus bullying muncul dipermukaan,” kata Kartika.

Olehnya itu, lanjut Kartika, peran konseling di rumah maupun di sekolah dibutuhkan untuk mendampingi dan memantau perkembangan psikologis mental anak. Grafologi sebagai alat ukur tes yang mudah namun memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk mengetahui kepribadian seseorang.

“Sehingga para orang tua pada umumnya dan para pendidik khususnya bisa menganalisis perkembangan diri anak-anak dan memelajarinya,” papar Grafolog certified USA ini.

Dirinya mengingatkan, beberapa kasus bunuh diri, pembunuhan ataupun bullying yang dilakukan pelajar dan sempat viral di Indonesia? Beberapa peristiwa tersebut melibatkan tulisan tangan mereka baik pelaku maupun korban.

Jika sejak awal kita memelajari dan menerapkan grafologi dalam kehidupan sehari-hari sebagai data pedamping psikologis mereka, maka kejadian-kejadian tersebut bisa kita cegah sejak dini. Hal itu perlu didukung juga peran orang tua dan konselor disekolah pada masa krisis di usia mereka agar mampu membuat solusi dari sebuah permasalahan.

Contoh Kasus Seorang siswi SMP berinisial NF (15) nekat melakukan pembunuhan kepada bocah berinisial APA (6). Pembunuhan terjadi di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020) lalu
Dalam keterangannya, pelaku (NF) sedang bermain bersama Korban (APA) dan minta tolong ambilkan satu mainan yang sengaja ditenggelamkan NF di bak mandi rumahnya, kemudian NF minta tolong APA untuk mengambil mainan tersebut dan membunuh bocah tersebut dengan cara dtenggelam. Polisi menemukan beberapa bukti curhatan dalam bentuk tulisan tangan dan gambar.

Kartika menjelaskan bahwa dalam tulisan tangan NF juga ditemukan goresan tanda potensi positif yang dapat dikembangkan dikemudian hari sehingga kehidupannya bisa lebih baik diantaranya NF memiliki potensi ide-ide kreatif, memiliki energi, vitalitas dan daya juang yang baik terbukti dengan prestasinya di sekolah tentunya jika potensi positif ini dikembangkan dengan baik maka potensi negatif yang lain berkurang karena tersalurkan dengan hal-hal positif.

Analisa tulisan tangan atau grafologi sangat bermanfaat dan membantu dalam mengetahui kepribadian dan potensi diri seseorang sejak dini sehingga peristiwa yang menimpa NF dapat dicegah sejak dini.
“SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis Bogor sejak awal menggunakan grafologi sebagai tes kepribadian dan perilaku, menggali dan memaksimalkan potensi diri dan penjurusan universitas sejak kelas 10,” kata Kartika.

Menurutnya, jika ditemukan tanda-tanda potensi perilaku negatif pada siswa, maka hal tersebut akan dikomunikasikan kepada Orang Tua siswa sebagai jalur konseling sehingga pola asuh dan penanganan di sekolah dan di rumah diharapkan bisa selaras.

Tak lupa potensi positif dalam diri anak juga harus dikembangkan sehingga dapat tersalurkan dengan baik dan mengikis potensi negatif yang ada.
“Dengan Grafologi, kami bisa mengawal perkembangan karakter peserta didik dengan maksimal,” jelas Kartika. (rls)

Himbauan pemerintah pusat untuk meminimalisir penyebaran pandemik Covid-19 diantaranya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga warga diharapkan tetap berada dirumah dan Work Form Home (WFH) atau School From Home (SFH).

Sejak Maret 2020 sekolah-sekolah di Indonesia telah menutup aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) karena ditakutkan terjadi penyebaran Covid-19 secara massif di sekolah. Beberapa kali pemerintahan pusat dan daerah mengeluarkan kebijakan untuk mengulur waktu masuk sekolah dikarenakan masih terus bertambahnya pasien positif Covid-19 dihampir seluruh wilayah di Indonesia.

Namun di penghujung Mei 2020 ini, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), merencanakan sekolah akan kembali dibuka pada tahun ajaran baru atau pada bulan Juli 2020 mendatang.

Kemendikbud memastikan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pengunduran tahun ajaran baru sekolah.
Oleh karena itu, ketika kebijakan membuka kembali sekolah dan proses pembelajaran di kelas akan kembali dilangsungkan, maka ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis yang terletak di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawab Barat terus memantau info terkini dari pemerintahan daerah mengenai jadwal masuk sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 karena sekolah ini Berkonsep Asrama atau Boarding School dimana siswa/i nya tidak pulang setiap hari melainkan menginap di asrama sekolah.

Direktur Pendidikan SMAIT ICM Gunung Geulis, Kartika Kharismawaty, M.Pd CMHA mengungkapkan, bersama manajemen sekolah telah mempersiapkan Protokol Covid-19 ketika sekolah dinyatakan mulai aktif oleh pemerintahan.

“Hal ini merupakan bentuk sikap tanggung jawab, memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap siswa/i serta ketenangan untuk para orang tua siswa,” katanya dalam keterangannya, Kamis (21/5/2020).

Ia menuturkan, protokol Covid-19 yang berjumlah tiga belas poin dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah boarding school ataupun sekolah umum lainnya, diantaranya;

1.Menyiapkan infrastruktur kebersihan seperti handsanitizer, disinfektan, sabun cuci tangan diberbagai lokasi strategis sekolah.

2.Kedatangan Orang Tua dan Siswa wajib dilakukan Skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh di gerbang sekolah dan wajib menggunakan masker.

3.Siswa wajib membawa handsanitizer, masker dan vitamin dalam jumlah banyak untuk persediaan kebutuhan pribadi serta membawa surat pernyataan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit,

4.Siswa diwajibkan olah raga pagi bersama selama 30 menit sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas.

5.Staf kebersihan sekolah senantiasa membersihkan ruangan kelas dan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari sebelum belajar dan sesudah belajar.

6.Menerapkan Sosial Distancing di kelas, laboratorium, resto dan masjid.

7.Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah seperti fieldtrip dan outing.

8.Menghimbau seluruh civitas sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman termasuk peralatan makan, minum yang bisa meningkatkan resiko terjadinya penularan penyakit.

9.Menginstruksikan kepada civitas sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan dan lainnya).

10.Pengecekan kesehatan siswa oleh Dokter sekolah secara berkala.

11.Siswa selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya dengan kegiatan gotong royong.

12.Siswa yang sakit dengan gejala batuk/pilek/demam/sesak napas/sakit tenggorokan tidak diperkenankan masuk kelas dan mengisolasi secara mandiri di kamar khusus. Siswa yang sakit tetap dilayani kebutuhan makan dan obat-obatan.

13.Siswa yang sakit lebih dari 2 hari dengan gejala batuk/pilek/demam/sesak napas/sakit tenggorokan maka siswa akan dipulangkan ke rumah.

 

“Semoga dengan menjalankan protokol diatas dapat mencegah penularan Covid-19 di sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” harap Kartika. (rls)